• Jelajahi

    Copyright © BERITAINHIL.com
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Keluarga Tak Menyangka Ia Wafat Karena Covid-19, Jenazah Sempat Dibawa Pulang Lalu Dijemput Petugas Medis

    12 Apr 2020, 18:41 WIB Last Updated 2020-04-12T11:41:36Z


    Beritainhil.com, SIAK - Jenazah pria paruh baya berinisial SN (63) yang meninggal dunia, Sabtu (12/4/2020), tiba-tiba dijemput di rumah duka oleh petugas medis dengan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap dari RSUD Tengku Rafian Siak sekitar pukul 20.15 WIB.

    Suasana di rumah duka yang berada di komplek Perumnas Kelurahan Kampung Rempak Kecamatan Siak, jadi mencekam. Warga yang sedang bertakziyah atau melayat pun kaget karenanya. Petugas medis mengatakan jenazah harus kembali ke RSUD untuk dimakamkan sesuai protap Covid-19.

    Sontak warga dan tetangga yang bertakziyah panik, bahkan keluarga tak menyangka kalau SN positif Covid-19. Padahal jenazah sebelumnya bukan PDP Corona, keluarga histeris seakan tak terima keadaan. Pihak TNI dan Kepolisian ikut menenangkan suasana mencekam itu, hingga Direktur RSUD Siak, dr Benny mendatangi rumah duka untuk menjelaskan status penyakit jenazah.

    Sempat berdebat, akhirnya keluarga menerima penjelasan dr Benny. Kemudian jenazah kembali ke RSUD Siak untuk mempersiapkan protap pemakamannya.

    "Saya tidak punya banyak waktu, langsung saja minta penjelasan dari Jubir Covid-19 di Siak, dr Tony," Kata Direktur RSUD Tengku Rafian, Benny  Chandra sembari menuju mobil dinasnya.

    Kepala Dinas Kesehatan, Tony Chandra menjelaskan bahwa hasil test terhadap pasien positif Covid-19. Hasil itu diketahui setelah SN sudah tak meninggal dan dipulangkan kepada keluarganya.

    "Saudara SN meninggal di RSUD, setelah jenazah dibawa pulang baru keluar hasil rapid testnya, ada mengarah ke positif Corona, makanya diberlakukan sesuai protap Covid-19," cakap Kadiskes Siak Toni Chandra menjawab melalui selulernya.

    Menurut Toni, hasil rapid test yang dilakukan dua kali itu belum tentu akurat. "Masih menunggu hasil swab dari laboratorium Jakarta, untuk waktunya kita belum bisa pastikan," kata Dia.

    Toni menyebutkan belum mengetahui darimana asal korban terinfeksi virus Covid-19 tersebut. "Karena sewaktu ditanya petugas medis di RSUD pasien mengaku tidak bepergian ke luar kota. Belum dapat informasi soal itu," tutup dia.

    Berdasarkan penjelasan dari pihak keluarga almarhum, seminggu yang lalu SN sempat mengeluh sakit pada tenggorokan, kemudian dibawa ke RSUD Siak untuk diperiksa.

    "Gejalanya sakit tenggorokan, ada batuk berdahak sesekali. Kemudian dianjurkan cek laboratorium, hasilnya Tiroid atau gondok," kata Jeje, menantu SN yang membawa berobat ke RSUD.

    Setelah tiga hari dari cek minggu lalu itu, SN meminta untuk dirawat karena tenggorokan mengalami pembengkakan dan mengeluh sakit tak bisa makan.

    "Kami bawa lagi ke RSUD, masuk IGD, kata dokter (yang tidak disebutkan namanya) pasien tak perlu dirawat, alasannya masih bisa berjalan hanya tenggorokan yang sakit. Kemudian diberi obat dan kami pulang," sambung dia.

    Tak juga membaik, dua hari sesudahnya SN mengeluhkan panas pada leher dan kepalanya. Ia mondar-mandir cari angin dan acap kali mandi tak seperti biasanya.

    "Saking kepanasannya, bapak (SN) sampai mengikat kepalanya dengan selendang. Kami lalu mengajak bapak berobat ke Praktek Dokter Didin. Hasilnya tak pula mengarah ke sana (Corona)," ungkap Jeje.

    Dari hasil beberapa cek tersebut, tidak menunjukkan adanya positif Covid-19. Menurut Jeje, jika memang terpapar Covid-19 SN harusnya jadi PDP.

    Hasil Rapid Test Keluar Setelah Jenazah Dibawa Pulang. 

    Sebelum meninggal, sekitar pukul 15.00 WIB, almarhum terpeleset dan terjatuh di kamar mandi saat hendak buang air. Ia digotong ke kamarnya dan saat itu SN mulai mengeluh sesak nafas.

    "Di saat itu mulai sesak, sebelumnya tidak ada. Lalu kami bawa lagi ke RSUD," kata Jeje.

    Saat dirawat di ruang IGD RSUD, lanjutnya, sesak nafas yang dirasa almarhum semakin kuat, dokter menyarankan agar cek laboratorium kembali. Sekitar pukul 19.20 WIB, SN dinyatakan sudah meninggal oleh dokter yang menanganinya.

    "Tapi kami juga belum tahu hasil tes penyakit bapak apa. Kemudian kami panggil ibu mertua saya (istri SN) ke RSUD untuk mengetahui kondisi bapak dan membawa jenazah bapak pulang ke rumah," Jelas dia.

    Sesampainya jenazah di rumah duka, warga berdatangan untuk bertakziyah. Berselang beberapa waktu, pihak RSUD memberi kabar bahwa hasil rapid test SN keluar, dan dinyatakan positif Covid-19.

    Jenazah kemudian dimakamkan di TPU Suak Santai jalan Indragiri (Turap) Kelurahan Kampung Rempak sesuai protap Covid-19.

    Di lokasi pemakaman tampak sebuah alat berat eskavator menggali liang lahat untuk jenazah SN.
    Jenazah tiba di lokasi pemakaman dengan mobil jenazah yang tak menyala serinainya. Kondisinya sudah berada dalam peti kayu, tentu berlapis dengan kantong mayat yang digunakan sebelumnya.
    Tampak hanya lima orang petugas yang menguburkan jenazah SN dari Dinas Kesehatan, berpakaian APD lengkap seperti astronot.

    Keluarga almarhum meraung-raung menangis dari luar pagar pemakaman, tak dapat peluk cium untuk terakhir kalinya.

    Karena kasus pertama di Siak, Bupati Alfedri turun langsung memantau pemakaman warganya yang meninggal akibat Covid-19 bersama semua Forkopimda.

    "Kami memastikan bahwa protap pemakaman korban Covid-19 berjalan sesuai aturan. Dengan kejadian ini memang sudah seharusnya lebih mewaspadai penyebaran virus berbahaya ini," kata Alfedri.

    Bupati Alfedri juga mengimbau kepada warga untuk tidak panik namun tetap waspada. Selalu menjaga kesehatan dan patuhi anjuran social distancing dan physical distancing.

    Dari pantauan di lokasi, pemakaman berakhir hingga pukul 01.30 WIB dini hari. Usai proses pemakaman itu, petugas, mobil ambulan dan eskavator disemprot cairan disinfektan oleh oleh BPBD Siak.

    Editor Arb
    Sumber cakaplah.com

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini