![]() |
| Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Inhil, Mohammad Wahyudin, S. Pd. Sumber foto; (Dok. Media). |
BERITAINHIL.COM - TEMBILAHAN ; Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indragiri Hilir, Mohammad Wahyudin, mendorong sekolah di bawah naungan Dinas Pendidikan (Disdik) Inhil memanfaatkan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk membeli masker bagi siswa dan tenaga pendidik yang terdampak kabut asap.
Dorongan tersebut disampaikan sebagai langkah perlindungan terhadap kesehatan anak-anak sekolah di tengah kondisi kualitas udara yang perlu mendapat perhatian.
Wahyudin menegaskan, sekolah negeri maupun swasta yang berada di wilayah terdampak kabut asap perlu mengambil langkah konkret untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan bagi siswa-siswi akibat paparan asap.
“Kami mendorong sekolah melalui Dinas Pendidikan agar dapat menggunakan dana BOS untuk pengadaan masker bagi anak-anak sekolah, khususnya di wilayah yang terdampak kabut asap. Ini merupakan bagian dari upaya melindungi kesehatan peserta didik,” ujar Wahyudin.
Selain pengadaan masker, ia juga menyoroti pentingnya kesiapan sarana pendukung di lingkungan sekolah, termasuk blower dan kipas angin, guna membantu menciptakan kondisi belajar yang lebih nyaman.
Namun, ia menegaskan bahwa pengadaan sarana tersebut tidak boleh dibebankan melalui pungutan kepada siswa maupun orang tua.
“Kami tegaskan, tidak boleh ada pungutan kepada siswa atau orang tua untuk pembelian masker, blower maupun kipas angin. Sekolah harus mengacu pada ketentuan yang berlaku dalam penggunaan dana BOS dan tidak membebani masyarakat,” tegasnya.
Politisi partai Gerindra Kabupaten Inhil itu juga mendorong adanya pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) sebagai bahan pertimbangan bagi sekolah dalam mengambil langkah perlindungan terhadap peserta didik.
Menurutnya, keselamatan dan kesehatan anak-anak di Kabupaten Indragiri Hilir harus menjadi perhatian bersama, terutama ketika kondisi udara mengalami penurunan kualitas.
“Kami berharap Dinas Pendidikan bersama pihak sekolah dapat melakukan langkah antisipasi sesuai kondisi ISPU. Jangan sampai kesehatan anak-anak kita diabaikan. Perlindungan terhadap siswa harus menjadi perhatian utama,” pungkasnya.


Comments0