-->
  • Jelajahi

    Copyright © BERITAINHIL.com
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Video

    Iklan

    Tingkatkan Kesejahteraan Petani, Ikbal Sayuti Tawarkan Solusi Tiap Desa Dibangun Industri Kelapa

    Aug 6, 2022, August 06, 2022 WIB Last Updated 2022-08-05T17:23:27Z
    H. Ikbal Sayuti Pengusaha Nasional Asal Kabupaten Indragiri Hilir. Bersama Ketua IWO Inhil Muridi Susandi.

    BERITAINHIL.com - TEMBILAHAN : H Ikbal Sayuti, pengusaha nasional asal Kabupaten Indragiri Hilir menyatakan sebagai daerah penghasil kelapa terbesar di Indonesia, seharusnya potensi kelapa ini mampu mensejahterakan masyarakat.


    "Saya menawarkan solusi bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani kelapa melalui pembangunan industri kelapa di desa-desa," ungkap Ikbal, di hadapan Ketua Organisasi dan wartawan di Kabupaten Indragiri Hilir, Jum'at (5/8/2022) di salah kafe di Kota Tembilahan.


    Disebutkan, tiap desa di Kabupaten Indragiri Hilir memungkinkan untuk berdiri industri kelapa yang tentu saja dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa), didukung potensi kelapa yang besar di daerah tersebut.


    "Selama ini hasil kelapa kita sebagian besar dijual dalam bentuk mentah, bukan barang sudah jadi. Padahal, produk turunan kelapa ini banyak dibutuhkan oleh pangsa luar negeri," imbuhnya.


    Ikbal memaparkan, stake holder terkait dalam melakukan lobi-lobi kepada para pengusaha, dalam negeri maupun luar negeri untuk mencari peluang pemasaran produk kelapa tersebut.


    "Contohnya briket arang batok kelapa itu sangat dibutuhkan oleh pangsa pasar di luar negeri, khususnya Timur Tengah padahal itu berasal dari Indonesia. Kenapa kita tidak mencari peluang untuk menjual komoditas perkebunan ini," ujar pemilik agen PT Nursa Tours & Travel, agen travel Umroh dan Haji.


    Untuk itu, bagi mengangkat kesejahteraan petani kelapa di daerah, maka mereka tidak dibiarkan hanya menjual dalam bentuk mentah, tapi pemerintah memiliki peran untuk meningkatkan nilai jual yang stabil melalui pembangunan industri kelapa di desa-desa dengan melibatkan BUMDesa.


    "Kalau petani hanya menjual dalam bentuk mental saja, maka akan berlaku hukum pasar, ketika pasokan tinggi dan permintaan rendah, harga turun.***

    Komentar

    Tampilkan

    No comments:

    Post a Comment

    Terkini