• Jelajahi

    Copyright © BERITAINHIL.com
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Video

    Iklan

    Hadirkan Pembicara Kompeten, Diskusi Forum Bisnis Bersama HIPMI dan BRI Bahas Masa Depan Perkelapaan Inhil

    Jul 29, 2022, July 29, 2022 WIB Last Updated 2022-07-29T08:47:56Z

    BERITAINHIL.com - Tembilahan : Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) bekerjasama dengan BRI Cabang Tembilahan menggelar Diskusi Forum Bisnis di Hotel Top 5 Tembilahan, Kamis 28 Juli 2022 malam.


    Kegiatan yang dibuka secara langsung oleh Bupati HM Wardan melalui Video Conference ini membahas tentang masa depan perkelapaan Inhil, dengan menghadirkan sejumlah pembicara yang berkompeten di bidangnya mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, pelaku usaha, organisasi masyarakat, pengamat ekonomi hingga perwakilan perusahaan.


    Ketua BPC HIPMI Inhil diwakili Sekretaris Umum Ardiansyah Julor mengatakan, diskusi ini bertujuan untuk berbagi pengalaman dan peluang, khususnya yang berkaitan dengan masa depan perkelapaan Inhil, karena mengingat 70 persen masyarakat Inhil bergantung pada kelapa.

    "Apabila harga kelapa di Inhil turun, maka akan berdampak pada perekonomian masyarakat," ujarnya.


    Untuk itu, ke depan harus lebih sering dilakukan diskusi-diskusi yang berhubungan langsung terhadap kepentingan masyarakat dan kemajuan daerah.


    "Mudah-mudahan melalui kegiatan ini kita bisa menyamakan persepsi tentang perkelapaan di Inhil, sehingga berbagai upaya dapat terus kita lakukan terutama dalam meningkatkan komoditi kelapa di Inhil," tambah Ardisnsyah Julor.


    Sedangkan Kepala Cabang BRI Tembilahan, Hari Wahyudi juga mengakui bahwa sebagian besar masyarakat Inhil memang menggantungkan hidupnya pada kelapa, karenanya sekitar 30 persen alokasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) dialokasikan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan modal dalam usaha perkelapaan.


    "Kami akan membuka akses selebar-lebarnya kepada pengusaha yang butuh permodalan, khususnya di bidang usaha perkelapaan," katanya.


    Sementara itu, Bupati Wardan dalam sambutannya berharap melalui diskusi ini bisa menemukan solusi dan alternatif terbaik agar industri perkelapaan di Inhil menjadi lebih baik dan lebih maju lagi, sehingga secara tidak langsung akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Inhil.


    Apalagi, saat ini Inhil sedang menghadapi berbagai persoalan kelapa, tidak hanya harganya yang merosot, tetapi juga perkebunan kelapa rakyat yang sudah banyak tidak produktif lagi disebabkan oleh pohon kelapa yang sudah tua, terserang hama dan terkena dampak intrusi air laut.


    Oleh sebab itu, Pemkab Inhil telah melakukan upaya untuk merevitalisasi dan memperbaiki perkebunan kelapa rakyat di Daerah ini, di antaranya dengan trio tata air, yakni pembangunan tanggul penahan intrusi air laut baik secara mekanik maupun manual, normalisasi parit, kanal ataupun saluran air lainnya, serta pembangunan pintu klep.


    Kemudian, juga dilakukan upaya peremajaan perkebunan kelapa dengan menggantikan pohon kelapa yang sudah tidak produktif dengan tanaman yang baru dan varietas yang lebih unggul. Pemerintah Kabupaten Inhil juga telah mengupayakan terbentuknya Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) di Desa-Desa di Inhil, dengan tujuan untuk membantu ekonomi masyarakat terutama para petani kelapa, dimana salah satu fungsinya adalah untuk meningkatkan harga jual komoditas kelapa dengan cara mengolahnya menjadi produk turunan kelapa.


    Adapun para narasumber yang hadir yaitu Ketua Komisi II DPRD Inhil, Junaidi, Ketua APINDO Inhil Yusuf Said, Humas Sambu Group Ahlim Ginting, Dirut PT KIG Ibnu Utama, Kepala Disdagtri Inhil Dhoan Dwi Anggara, Dekan FEB Unisi Zainal Arifin, Kabid Perekonomian dan SDA Bappeda Inhil Maskur, Pinca BRI Tembilahan Harry Wahyudi dan Kompertamen Perkebunan dan Tanaman Pangan BPC HIPMI Inhl Setya Tuhu.***

    Komentar

    Tampilkan

    No comments:

    Post a Comment

    Terkini