-->
  • Jelajahi

    Copyright © BERITAINHIL.com
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Video

    Dinkes Inhil Tolak Vaksin Jenis CoronaVac, Ada Apa.?

    Apr 13, 2022, April 13, 2022 WIB Last Updated 2022-05-16T17:02:04Z


    Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir Budi N Pamungkas.


    BERITAINHIL.com - Tembilahan : Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir baru-baru ini menolak kedatangan vaksin jenis CoronaVac yang mendekati kadaluwarsa atau expired.


    Hal tersebut diungkapkan Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Inhil Budi N Pamungkas saat diwawancara oleh wartawan, Selasa (13/4/22).


    "Kemarin saya dapat telfon CoronaVac mau masuk, kita tolak. Barang mau expired," Katanya.


    Budi N Pamungkas yang saat ini juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Inhil itu menjelaskan bahwa perkembangan terakhir vaksinasi di kabupaten Inhil cukup baik.


    "Vaksinasi terakhir di Kabupaten Inhil baik, ada sekitar 5400 dosis untuk Pfizer yang masuk," kata Budi yang juga menjabat sebagai wakil ketua Gerakan Satu Hati (GSH) Kabupaten Inhil.


    Saat di tanya tentang peraturan vaksinasi yang berubah-ubah awalnya tidak boleh dan saat ini diperbolehkan.? Yang dulu tak boleh, sekarang diperbolehkan, untuk vaksinasi booster dulu 6 bulan, sekarang jadi 3 bulan.


    Menurut Budi, peraturan vaksinasi bisa berubah - ubah seiring dengan perkembangan pengetahuan para penelitian dunia, ketika perkembangan sekian ratus ribu orang yang setelah di suntik, baru di teliti lagi perkembangannya seperti apa.


    "Kemungkinan-kemungkinan edukasi itu bisa terjadi, karena itu semua penelitian di dunia maka ini bisa berubah-ubah. Sekarang sudah melandai, vaksinasi ini bukan lagi vaksinasi yang luar biasa, dia imunisasi," jelasnya.


    Budi mempertegas, hasil penelitian dunia hanya sedikit celah human erornya. Hal ini terbukti dari sekian ratus ribu orang yang sudah divaksin, Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) nya bisa dikatakan tidak ada.


    "Cuman bisa kita yakinkan ya, yang namanya sebuah penelitian kan ada eror ya. Namun, tingkat erornya ini sangat kecil sekali. Yang katanya setelah disuntik 2 jam badannya gatal-gatal, merah, segala macam-macam, dia punya penyakit penyerta, dia punya alergi, setelah ditangani hilang kok," tukasnya.


    Kendati demikian, Budi N Pamungkas mengimbau kepada masyarakat khususnya pejabat di lingkungan pemerintah kabupaten Inhil yang belum melakukan vaksinasi baik 1,2 dan 3 booster segera vaksin.


    Budi menekankan, kepada para pejabat yang merupakan contoh bagi masyarakat dan pelayan publik, maka harus segera memberikan contoh yang baik ke masyarakat dengan melakukan vaksinasi.


    "Saya mengimbau kepada pejabat di kabupaten Inhil, selaku pelayanan publik, lakukanlah vaksin jadilah contoh, apalagi yang sibuk-sibuk di dua Dinas segeralah vaksin," imbuhnya.


    Editor : Ysf.

    Komentar

    Tampilkan

    No comments:

    Post a Comment

    Terkini

    Website Traffic