• Jelajahi

    Copyright © BERITAINHIL.com
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Video

    Hj. Zulaikhah Wardan di Dampingi Kepala Puskesmas Kempas Jenguk Balita Hidrosefalus dan Gizi Buruk

    10 Nov 2021, November 10, 2021 WIB Last Updated 2021-11-12T02:24:58Z

    BERITAINHIL.com - Tembilahan : Ketua TP- PKK Kabupaten Indragiri Hilir Hj. Zulaikhah Wardan yang merupakan Bunda Paud Kab.Inhil dan juga sebagai Ketua Gerakan Satu Hati (GSH) Jilid II, mengunjungi Balita penderita Hidrosefalus di Desa Sungai Gantang, Kecamatan Kempas, Rabu (10/11/2021). Kunjungan ini di lakukan di sela kegiatan Pelantikan ketua dan pengurus Pokja Bunda Paud Kecamatan Kempas.



    Balita yang ditemui bernama M. Alfatih Abadi berusia 3 tahun 8 bulan, anak dari pasangan Rian Sawega dan Susilawati yang menderita gizi buruk karena hidrosefalus dan Vika Rani Adijaya yang berusia 3 tahun.


    Untuk diketahui, hidrosefalus adalah penumpukan cairan di rongga otak, sehingga meningkatkan tekanan pada otak. Pada bayi dan anak-anak, hidrosefalus membuat ukuran kepala membesar. Sedangkan pada orang dewasa, kondisi ini bisa menimbulkan sakit kepala hebat.



    Dalam kesempatan itu, Hj. Zulaikhah Wardan yang di dampingi Camat Kempas, Kepala Puskesmas Kempas Suharmin beserta jajajaran dokter dan nakes serta Ketua TP-PKK Kecamatan Kempas berkesempatan memberikan semangat kepada orang tua M. alfatih Abadi serta orang tua Vika Rani Adijaya dan memberikan bantuan berupa asupan Gizi dan mainan anak-anak.



    Hj. Zulaikhah dalam wawancaranya mengungkapkan, penanganan anak penderita hidrosifalus perlu mendapat perhatian serius.Untuk itu terkait kondisi ini, Hj. Zulaikhah meminta instansi terkait untuk segera menindaklanjuti.


    "Untuk Balita yang bernama M. Alfatih Abadi memang sebelumnya dengan status gizi buruk, namun sekarang dengan susu yang kita berikan, perkembangan pertambahan berat badannya sudah jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya. Gizi buruk yang dideritanya ini juga disebabkan oleh penyakit penyerta Hidrosifalus" terang Hj. Zulaikhah.



    Lebih lanjut ditambahkannya, untuk Balita yang bernama Vika Rani Adijaya, statusnya adalah gizi kurang dan tdk ada faktor penyakit penyerta.


    "Hari ini sudah mendekati gizi baik, target kita tanggal 30 November ini sudah menjadi baik",harap Bunda Paud dengan segudang prestasi ini.



    Diakhir wawancara Hj. Zulaikhah berpesan agar kita semua peduli terhadap Balita yang ada di lingkungan kita. "Agar jangan ada lagi Balita yang mengalami gizi buruk, gizi kurang, bahkan stunting", harapnya.


    Disaat bersamaan Kepala puskesmas Kempas Suharmin mengatakan bahwasanya peran puskesmas dalam gerakan satu hati ini adalah kegiatan rutin pemantauan gizi diri dan tumbuh kembang balita di seluru wilayah kerja puskesmas Kempas jaya dengan kegiatan sebagai berikut : 


    1. pengukuran Berat Badan (BB) tinggi badan (TB) dan atau Panjang Badan (PB) pada seluruh balita, sehingga akan di dapatkan status gizi balita  gizi kurang, gizi buruk, dan gizi lebih. 


    Pengukuran tersebut dilakukan secara rutin setiap bulan di posyandu atau kunjungan rumah bagi balita yang tidak datang ke posyandu.


    2, memberikan makanan tambahan berupa susu dan biskuit kepada balita gizi kurang atau gizi buruk.


    3. Pemeriksaan spesifik bagi balita gizi buruk oleh dokter untuk menentukan  apakah faktor penyebab gizi kurang atau gizi buruk tersebut disebabkan oleh penyakit tertentu. Misal: Hydroshefalus, biasanya penderita dianjurkan datang/ rujuk ke Puskesmas.

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini