• Jelajahi

    Copyright © BERITAINHIL.com
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Perkembangan Indeks Harga Konsumen di Tembilahan Kabupaten Inhil, Berikut Penjelasanya

    2 Feb 2021, 10:19 WIB Last Updated 2021-02-02T03:19:36Z


    BERITAINHIL.com - Tembilahan :

    Perkembangan Indeks Harga Konsumen (Inflasi/Deflasi) di Tembilahan Kabupaten Inhil pada bulan Januari 2021 mengalami Inflasi sebesar 0,30 persen dengan IHK 106,58.



    Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Inhil Hartono mengatakan pada bulan Januari 2021, Kota Tembilahan mengalami Inflasi sebesar 0,30 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,58. Tingkat inflasi tahun kalender Januari 2021 sebesar 0,30 dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Januari 2021 terhadap Januari 2020) sebesar 3,18 persen.


    "Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh meningkatnya sebagian indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,47 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,24 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,03 persen; kelompok transportasi sebesar 0,53 persen serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,61 persen. Sementara kelompok lainnya relatif stabil.

    Kemudian Hartono menuturkan, komoditas yang memberikan andil terjadinya Inflasi di Tembilahan antara lain: daging ayam ras, cabai rawit, besi beton, kol putih/kubis, seng, emas perhiasan, jengkol, air kemasan, mobil, kacang panjang, ikan nila, buncis, sepeda motor, ikan kembung/ikan gembung/ikan banyar/ikan gembolo/ikan aso-aso, terong dan komoditas lainnya," jelasnya.

    Lebih lanjut Hartono mengatakan dari 24 kota di Sumatera yang menghitung IHK, semua kota mengalami Inflasi. Inflasi tertinggi di Kota Pangkal Pinang sebesar 1,17 persen dan Inflasi terendah di Kota Padang sebesar 0,10 persen, Senin (2/1/21).

    "Di Indonesia, dari 90 kota IHK, 75 kota mengalami Inflasi dan 15 kota mengalami Deflasi. Inflasi tertinggi di Kota Mamuju sebesar 1,43 persen dan Inflasi terendah di Kota Ambon dan Balikpapan sebesar 0,02 persen. Sementara Deflasi tertinggi di Kota Bau-Bau sebesar 0,92 persen dan Deflasi terendah di Kota Pontianak sebesar 0,01 persen," tutupnya./Rls.

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini