• Jelajahi

    Copyright © BERITAINHIL.com
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Dampak Karlahut di Area PT CPK, Masyarakat Alami Kerugian Sekitar 600 Juta

    25 Feb 2021, 21:53 WIB Last Updated 2021-02-26T03:10:09Z

    BERITAINHIL.com - Tembilahan : 

    Dampak dari kebakaran lahan dan hutan (Karlahut) yang tejadi di area PT Citra Palma Kencana (CPK), perbatasan antar Kecamatan Gaung, dan Gaung Anak Serka (GAS), masyarakat mengalami kerugian kurang lebih sekitar Rp 600 juta.

    Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Zainal kepala dusun terentang, Desa Semambu Kuning, Kecamatan Gaung, kabupaten Indragiri Hilir, Rabu (24/2/21) di lokasi kebakaran.

    Kepala Dusun Terentang ini menyebutkan, untuk yang lokasi saat ini sedang dipadamkan ada kurang lebih 80 baris kebun milik warga yang hangus terbakar, akibat dari karlahut yang sumber apinya dari kebun milik PT CPK.

    "Yang pertama kali melihat api itu pak RW, kemudian menyampaikan ke saya, bahwasanya titik api ada di kebun PT di lokasi terbakar jadi saya kasi tau ke masyarakat, kekurangan kami tidak memiliki alat untuk memadamkan," ucapnya.

    Kemudian Zainal menuturkan, jumlah lokasi lahan masyarakat yang terbakar, tidak hanya 1 tempat saja, melainkan ada di beberapa tempat, ada di sebelah kiri bawah dan juga ada di sebelah kanan lokasi kebakarannya.

    "Lahan masyarakat ini kalau sebelah sini ada 10 orang pemilik kebun, sebelah kanan naik ada 4 orang jika di total ada 14 orang semua yang kebunnya hangus terbakar," tuturnya.

    Zainal menyebutkan, tidak mengetahui secara persis berapa hektar lahan yang hangus terbakar.

    "Kalau hektar tidak begitu tau
    tapi kalau baris Kelapa sebelah sini ada 80 baris, panjang 40 naiknya berbeda dengan tempat yang lain, untuk masalah kerugian jika di total 1 baris 7-8 juta jika di kalikan maka kurang lebih 600 juta. Itu baru separuh tidak full naik barisnya, jika full harganya bisa sampai 11 juta," ujarnya.

    Selanjutnya Zainal menjelaskan itu baru 1 tempat belum di tempat yang lain. "Masi ada di tempat yang lain, sebelah kanan naik ada sekitar 40 baris kebun warga yang belum di total jumlah kerugiannya," sebutnya.

    Dikatakan Zainal dalam proses pemadaman selama beberapa hari ini pihak PT CPK tidak ada memberitahu ataupun tidak ada ikut membantu warga memadamkan api.

    "PT CPK setau saya tidak ada yang turun membantu yang ada PT BDL berapa hari padahal ini area dari PT CPK," ucapnya.

    Sementara itu, Humas dari Surya Dumai Group, Darma saat diwawancarai oleh awak media menyebutkan, api tidak berasal dari kebun PT CPK hanya di pinggiran kebunnya saja.

    "Asal api itu persisnya itu kita tidak jelas, tapi yang jelasnya bukan dari tengah kebun tapi tepi-tepi kebun kita," ungkapnya.

    Darma menegaskan pihaknya sudah berusaha membantu dengan menurunkan 4 mesin untuk memadamkan api.

    "Kita memang himbauan-himbauan itu sudah sering kita laksanakan mungkin ada hiuman eror, yang jelas kita antar. Sampai saat ini pun mesin kita ada 4, 5 lah jadi memang mekaniknya yang memang tau mesin kita datangkan pada hari ini tetap mengawal disini, Memang ada keterlambatan itu bukan kita disengaja tapi memang kita coba, yang disini memang ada beberapa yang rusak, kita suplai dari kebun sebelah yaitu dari Tempuling," imbuhnya.

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini