• Jelajahi

    Copyright © BERITAINHIL.com
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Video

    Tokoh Muda Inhil: Kita Tetap Kawal Proses Hukum Penembakan H Permata dan Bahar Sampai Selesai

    20 Jan 2021, Januari 20, 2021 WIB Last Updated 2021-01-20T03:06:30Z

    BERITAINHIL.com - Tembilahan : Pasca meninggalkannya H Permata dan anak buahnya Bahar yang tertembak di perairan sungai belah kabupaten Indragiri Hilir, pelaku penembaknya masih dalam pencarian, Rabu (20/1/21).



    Sampai saat ini masih belum diketahui siapa oknum Bea Cukai yang melakukan penembakan kepada 2 orang tersebut hingga membuat korban meninggal dunia.



    Banyak yang menyayangkan tindakan oknum Bea Cukai itu Beberapa diantaranya, Paguyuban Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan kepulauan Riau, (KKSS Kepri) KKSS Kabupaten Inhil, dan Organisasi Pallapi Aro'na Ogie (PAO) serta Anak Muda Millenial Inhil (AMMI).



    Salah satu tokoh muda inhil, David Aqmal S.H , sekaligus Ketua HMI Jakarta Raya dan juga inisiator pendiri organisasi AMMI, mengatakan, setiap orang pasti mempunyai kelebihan dan kekurangan, untuk almarhum haji permata sendiri, ada satu kelebihan yang mungkin tidak setiap orang punya, yaitu kedermawanan dan jiwa sosial yang sangat tinggi, membantu satu sama lain, tidak melihat suku dan agama orang yang ia bantu.



    Jadi sangat di sayangkan sekali atas apa yang telah di lakukan oleh oknum Bea dan Cukai atas dugaan penembakan yang mengakibatkan meninggalnya nya almarhum haji permata dan almarhum Bahar.



    "Jikalau kita melihat peraturan dari menteri keuangan RI , nomor 113/PMK.04/2017 tentang penggunaan senjata api dinas di lingkungan direktorat jenderal bea dan cukai, sangat banyak menimbulkan pertanyaan tentang SOP dari Bea dan Cukai sendiri yang mengakibatkan wafat nya pak haji permata dan pak Bahar," terangnya.



    Terakhir David menyatakan, akan terus mengawal proses hukum sampai selesai, karena menurutnya masih banyak masyarakat yang tidak terima atas kematian almarhum.



    "Harapannya masyarakat yang merasa tidak terima dengan kematian yang tidak lazim ini, untuk sama-sama kita kawal proses ini sampai selesai," tutupnya.



    Untuk diketahui, H Permata meninggal pada hari Jum'at (15/1/21) tertembak pada bagian dada sebanyak 3 luka tembakan, sedangkan Bahar yang merupakan anak buah dari H permata yang ikut tertembak, menurut informasi tertembak pada bagian ubun-ubun kepala. Sempat dilakukan perawatan di RS Tungkal dan RS Jambi namun sekira pukul 18:30 WIB (19/1/21) Bahar dikabarkan meninggal Dunia.

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini