• Jelajahi

    Copyright © BERITAINHIL.com
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Video

    Gaji Pekerja Belum Dibayarkan, Proyek Pembangunan RSUD Tembilahan Terhenti Sementara

    13 Des 2020, Desember 13, 2020 WIB Last Updated 2020-12-13T15:18:18Z

     




    BERITAINHIL.com - Tembilahan :

    Akibat gaji para pekerja belum dibayarkan oleh pihak Perusahaan, proyek pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada Tembilahan terpaksa terhenti untuk sementara.


    Pasalnya, hampir satu setengah bulan gaji harian para pekerja proyek tersebut belum juga dikeluarkan oleh pihak perusahaan (PT Kiyolan Mulya Karya). 


    Hal itu yang membuat para pekerja pada beberapa hari belakangan ini tidak melakukan aktivitas pekerjaannya seperti biasa.


    Seperti yang dikatakan salah seorang pekerja proyek itu,  Engki mengaku sudah hampir satu minggu tidak melakukan aktifitas pekerjaan pada pembangunan Rumah Sakit tersebut. 



    "Hampir satu minggu tidak bekerja, karena gaji kami belum dibayarkan. Kami hanya dijanji-janjikan, awal-awalnya kami mengerti, tetapi ini sudah hampir satu setengah bulan belum juga dibayarkan. Sementara untuk kebutuhan sehari-hari, dari uang gaji itulah yang kami gunakan untuk bertahan hidup disini dan mengirim keluarga dikampung," paparnya.



    Siswanto pekerja lainnya juga mengeluhkan hal yang sama. Menurutnya, secara keseluruhan uang gaji yang harus dibayarkan kepada para pekerja sekitar 200 juta.


    "20 juta sudah dibayar beberapa hari lalu, dan sisanya dijanjikan akan dibayarkan pada hari Jum'at (11/12). Namun nyatanya sampai hari ini tidak ada," paparnya dengan nada kecewa.


    "Kami hanya meminta gaji kami secepatnya dibayarkan, biar kami bisa makan dan bekerja seperti biasa," harapnya.



    Menanggapi hal tersebut, Direktur RSUD Puri Husada Tembilahan, Saut Pakpahan saat dikonfirmasi mengatakan dalam hal ini pihaknya hanya menjembatani antara perusahan dan para pekerja.



    "Memang, beberapa hari lalu kita melihat ada sedikit keributan. Maka kami mencoba menjembatani untuk menghubungi perusahan supaya pihak perusahaan membayarkan upah mereka. Dari komunikasi itu, pihak perusahaan berjanji akan membayarkan upah mereka pada hari Jum'at. Akan tetapi dikarenakan ada kendala maka pihak perusahaan belum membayar upah para pekerja," jelasnya.



    "Karena hari Jum'at batal, hari ini sudah kita komunikasikan kembali dengan Direktur Cabang dan Pusat. Janjinya besok sore (Senin 14/12/2020) akan membayarkan semua upah para pekerja," tambah Saut.



    Selain itu Saut yang juga merupakan Institusi  Direktur dalam proyek tersebut  berharap pihak perusahaan agar segera melunasi upah pekerja pada hari senin, karena sudah terlalu lama tertunda.


    "Perusahaan juga harus komitmen dalam menggesa pembangunan rumah sakit sampai dengan selesai. Karena rumah sakit menjadi kebutuhan masyarakat Indragiri Hilir," tutupnya.



    Untuk diketahui, proyek Belanja Modal Pengadaan Kontruksi/Pembelian Gedung Kantor (pembangunan dan rehap RS) tersebut senilai 42 miliar lebih, dengan masa kerja selama 225 hari terhitung sejak 17 April 2020.


    Sumber : Arbindonesia.com

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini