• Jelajahi

    Copyright © BERITAINHIL.com
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Dituduh Mencuri di Lahan Sendiri, Soaduan Sempat Meringkuk 6 Bulan di Penjara

    Mimin
    18 Jun 2020, 18:58 WIB Last Updated 2020-06-18T11:58:42Z
       Saoduon (baju hitam) didampingi pengacara saat bebas di LP kelas II Tembilahan

    Beritainhil.com - Tembilahan: Soaduon Sitorus, S.Hut, M.Si, akhirnya bisa menghirup udara segar setelah disetujui melalui sidang putusan di Pengadilan Negeri (PN) Tembilahan, Selasa (16/6/20).

    Setelah menyelesaikan semua administrasi kebebasannya, warga Dusun Portal, Desa Sekayan, Kecamatan Kemuning, Inhil ini, resmi meninggalkan Lembaga Pemasyarakat (Lapas) Kelas II A Tembilahan, Rabu (17/6/20).

    Dengan di dampingi penasehat hukum, Soadoun pun keluar dari pintu Lapas dengan raut wajah haru bahagia meskipun telah menjalani penahanan sekitar 6 bulan selama proses hukum.

    Pendampingan yang diberikannya kepada masyarakat di desanya dalam upaya mempertahankan hak masyarakat berujung tragis bagi Soaduon.

    Ada dugaan kriminalisasi terhadap Soaduon Sitorus setelah dia memanen sawit di sengketa tanah antara keluarga Tarigan bersama masyarakat dengan pelapor GN di Dusun Semaram, Desa Sekayan, Inhil, Riau, sehingga berurusan dengan hukum dengan tuntutan hukuman satu tahun enam bulan penjara.

    Namun Soaduon saat ini bisa tersenyum karena upaya hukum yang berhasil berbuah kebebasan, meskipun masih ada upaya hukum.

    “Saya sulit membaca proses hukum yang saya jalani, di awal proses hukum saya putus asa, namun harapan itu kembali ada saat melihat pada keputusan yang adil dari yang mulia hakim, ”ungkapnya kepada media sambil sesaat dari Lapas Tembilahan.

    Soaduon menilai masih ada harapan untuk berjuang dan peduli kepada masyarakat khususnya petani yang terintimidasi, tertindas dan terpinggirkan.

    “Masyarakat sangat membutuhkan orang yang meu membela mereka, walaupun saya harus masuk penjara, saya tidak akan putus asa berjuang membela petani, ”tuturnya.

    Soaduon berharap apa yang menimpa dirinya tidak terjadi kepada pendamping masyarakat dan orang yang peduli lainnya.

    “Mudah - mudahan apa yang saya alami tidak terjadi pada yang lain, Saya berharap pemerintah peduli dengan masyatakat, meminta negara lebih melindungi hak-hak petani-petani kecil, meminta petani sendiri yang membuka lahan dan menanam lahannya sejak buka lahan, ”tegasnya.

    Sumber: www.Tribunpekanbaru.com
    Editor: Db
    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini