• Jelajahi

    Copyright © BERITAINHIL.com
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Buaya Pemangsa Nelayan di Sungai Luar, Akhirnya Berhasil Ditangkap

    4 Mei 2020, 23:13 WIB Last Updated 2020-05-04T16:13:23Z

    Beritainhil.com, INDRAGIRI HILIR - Predator yang memangsa salah seorang nelayan di Desa Sungai Luar, Kecamatan Batang Tuaka, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) akhirnya berhasil dilumpuhkan oleh sang pawang buaya, Senin (4/5/2020) Sekitar pukul 17.00 Wib.

    Setelah dilakukan pencarian beberapa hari oleh pawang buaya, hewan buas yang diyakini memangsa Jasmi (29 Tahun) hingga korban meninggal dunia, akhirnya buaya yang berukuran fantastis dengan berat diperkirakan ratusan Kilogram itu berhasil ditemukan.

    Kepala Desa Sungai Luar, Taufik mengatakan dengan telah ditemukannya buaya pemangsa ini, kami berpesan kepada masyarakat terus berhati-hati. Sebab masih banyak buaya-buaya lain yang berada diperairan Sungai Batang Tuaka tersebut.

    "Dari infonya, buaya yang ditangkap ini merupakan buaya pendatang. Kalau buaya di perairan Sungai Batang Tuaka ini masih bersahabat dengan para nelayan disini," ungkap Kades.

    Selain itu, kepada warga khususnya nelayan agar tidak panik dan was-was lagi setelah tertangkapnya hewan ganas itu.

    "Kepada Nelayan jangan khwatir lagi tuk bekerja, tetap cari ikan namun tetap waspada," paparnya.

    Penangkapan Oleh Pawang Buaya

    Sementara itu, Pawang Buaya, Junaidi (38 tahun) menuturkan pencarian dan penangkapan buaya tersebut sudah 6 hari sejak ditemukannya mayat nelayan tersebut

    Penangkapan buaya dilakukan menggunakan pancing yang dipasang di muara (suak suangai) tempat ditemukan mayat korban sekitar 700 meter dari TKP.

    "Buaya itu memakan pancing yang dikasih umpan bebek (itik) sejak 6 hari yang lalu," paparnya.

    Lanjutnya, buaya itu memakan pancing sejak pukul 6.30 WIB, usai selesai berbuka puasa.

    "Saya dikabari oleh nelayan lain, bahwa pancing itu dimakan buaya," katanya lagi.

    Ritual Penangkapan Secara Batin oleh Sang Pawang

    Saat awak media menangkap metode penangkapan, apakah ada dilakukan ritual, atau berbentuk ilmu kebatinan?

    Junaidi menjawab, tidak bisa memaparkan secara lugas, yang jelas kata Junaidi, penangkapan itu tidak terlepas dari ritual.

    "Kita lakukan ritual secara batin," singkatnya.

    Kapolsek Batang Tuaka

    Sementara itu, Kapolsek Batang Tuaka, IPTU Andi membenarkan penangkapan buaya ganas tersebut pada pukul 6.00 sore tadi, yang dilakukan oleh masyarakat bersama pemerintah desa.

    "Ia benar buaya itu sudah ditangkap warga bersama Pemdes Suangai Luar," sebutnya.

    Konflik buaya ini sudah 6 hari sejak korban dimangsa pada tanggal 28 April 2020 lalu, saat korban mencari ikan di sepanjang sungai Batang Tuaka.

    Atas kejadian tersebut, warga bersama nelayan setempat was-was beraktivitas di sungai Batang Tuaka, sehingga warga memutuskan untuk melakukan penangkapan.

    "Nelayan merasa was-was dan cemas ingin bekerja, sehingga masyarakat bersama pemdes melakukan penangkapan," terangnya.

    Kapolsek akan segera berkoordinasi dengan pihak
    Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Riau untuk mengevaluasi buaya tersebut.
    "Akan segera kita koordinasikan," tukasnya. (Ar/Db)

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini