• Jelajahi

    Copyright © BERITAINHIL.com
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Ular Sepanjang 4,5 M Ditemukan Terpanggang Bersama Anak dan 20 Butir Telurnya di Lokasi Karhutla Pekanbaru

    4 Mar 2020, 09:17 WIB Last Updated 2020-03-04T02:17:59Z

    Beritainhil.com, PEKANBARU - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau tidak hanya menimbulkan kerugian bagi kehidupan manusia, namun juga merugikan bagi satwa-satwa liar yang tinggal dikawasan lahan yang terbakar.

    Seperti halnya  dengan hewan melata ini, ular phyton sepanjang 4,5 meter  ditemukan tewas terpanggang bersama anak-anaknya yang berukuran jari telunjuk orang dewasa dan 20 butir telurnya.

    Penemuan itu diketahui oleh tim pemadam karhutla saat melakukan pemadaman api di Jalan SM Amin, Kelurahan Air Hitam, Kecamatan Payung Sekaki, Pekanbaru, Riau, Senin (2/3/2020).

    Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, SIK, MSi, melalui Kabid Humas Kombes Pol Sunarto, membenarkan informasi tersebut.

    “Ular sepanjang 4,5 meter tersebut ditemukan dalam keadaan mati terpanggang oleh Tim Gabungan terdiri dari Polri, TNI, dan BPBD Kota Pekanbaru bersama dengan 20 butir telur ular,  saat sedang berjuang memadamkan api Karhutla sejak Senin pagi,” ungkap Kombes Sunarto, Selasa (3/3/2020).

    Kabid Humas menjelaskan, Karhutla tak hanya merugikan manusia semata saja, melainkan hilangnya plasma nutfah Indonesia akibat ulah tangan manusia.
    “Karhutla membawa bencana ekologis, hilangnya binatang-binatang, tanaman-tanaman khas suatu daerah, terutama di Riau,” ujar Kombes Pol Sunarto.

    Kabid Humas menjelaskan, luas lahan terbakar di tempat ular phyton betina mati terpanggang tersebut setengah hektare. Hingga hari ini, lahan terbakar tersebut berhasil ditangani dan dipadamkan Tim Gabungan, hingga sore hari hujan mengguyur lokasi. Besok pagi petugas akan mengecek kembali lokasi.

    Petugas Gabungan Polri, TNI, Manggala Agni, BPBD, Perusahaan, dan Relawan Pemadam Karhutla seminggu terakhir masih berjibaku di lapangan padamkan api beberapa daerah di Riau seperti di Rangsang, Kepulauan Meranti dan Rupat, Bengkalis.

    “Saat siang hari semua titik api telah kita padamkan dan tangani bahkan sempat hilang dari pantauan satelit, tiba-tiba menjadi bertambah dan meluas di malam hari yang seharusnya dengan kondisi suhu rendah adalah kecil kemungkinan titik api makin meluas. Hal ini perlu menjadi fokus dan penanganan secara bersama para stakeholder terkait," tutup Kombes Sunarto. (rls/db)

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini