• Jelajahi

    Copyright © BERITAINHIL.com
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Dugaan Penolakan Liputan Terhadap Wartawan, ini kata Kalapas Kelas IIA Tembilahan

    18 Feb 2020, 18:56 WIB Last Updated 2020-02-18T11:56:11Z


    Beritainhil.com, INDRAGIRI HILIR - Jika petugas Lapas kelas IIA Tembilahan bersikap tegas dan emosional terhadap Pewarta yang ingin lakukan peliputan, diharapkan memaklumi karena saat ini ada 43 orang petugas Lapas Tembilahan masih muda-muda yang tingkat emosional masih tinggi.

    Demikian disampaikan Kalapas Kelas II Tembilahan, Adhi Yanriko, saat  silahturahmi bersama puluhan wartawan menyikapi adanya dugaan pengusiran awak media saat hendak meliput penangkapan penggagalan penyelundupan sabu ke LP baru-baru ini.

    "Nanti teman-teman dalam melaksanakan tugas, jika anggota saya ada bersikap emosi dan kurang berkenan di hati kawan-kawan wartawan agar dapat saling memaklumi," sebut Adhi, Selasa (18/2), di resto Hotel Arahman Jalan Suntung Ardi Tembilahan.

    Adhi juga menjelaskan bahwa saat ini penjagaan Lapas memang ketat. Pasalnya sudah beberapa kali kasus pengungkapan upaya penyelundupan narkoba jenis sabu-sabu yang dikemas dari berbagai macam modus dilakukan oleh pengunjung. Mulai dari diselipkan dibingkisan makanan, dalam popok bayi, hingga dalam bola kasti.

    Kasus yang teranyar ini, seorang pengunjung dijebak, pasalnya titipan yang diantar terselip sabu-sabu di dalam odol gigi yang akan ditujukan kepada napi. 

    Namun tidak luput dari penjagaan Lapas, memberantas peredaran sabu ke warga binaan.
    Lebih lanjut Adhi menjelaskan, mengenai insiden arogansi petugas Lapas kepada dua orang wartawan, Adhi selalu Kelapas meminta maaf.

    "Jadi jika memang ada kesalahpahaman dalam melaksanakan tugas hendaknya saling memaklumi dan bersikap bijak. Kepada teman Wartawan harus membawa kartu id card, jika ketinggalan segera hubungi saya" pintanya.

    Selain itu, Adhi mengaku akan selalu welcome terhadap awak media yang ingin melaksanakan tugas peliputan di Lapas. 

    Pada kesempatan itu, Adhi juga bercerita banyak terkait pengalamannya bertugas dibeberapa daerah di luar Inhil. Pria yang pernah bertugas di Sumut, Jabar, Kalimantan, Pekanbaru dan di Palu ini berharap agar petugas Lapas dengan wartawan saling mendukung dalam melaksanakan tugas.

    Menanggapi hal tersebut, Ketua Forum Komunikasi Wartawan Indragiri Hilir (FKWI) menyambut hangat adanya etikat baik dari Kalapas untuk meluruskan insiden penolakan Wartawan saat hendak meliput. Ia mengatakan hanya kesalah pahaman saja.

    "Semoga kedepan tidak terjadi lagi. Kita berharap petugas Lapas selalu bersikap baik ketika Wartawan menjalankan tugas Jurnalistiknya," pinta Deby Candra.

    Editor IN

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini