• Jelajahi

    Copyright © BERITAINHIL.com
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Video

    Depresi Diteror Penagih Hutang Pinjaman Online, Ibu ini Nekat Bunuh Diri

    6 Okt 2021, Oktober 06, 2021 WIB Last Updated 2021-10-06T01:51:29Z
    Ilustrasi
    Sumber foto: Google.com

    BERITAINHIL.com - Wonogiri : Seorang ibu rumah tangga berinisial WPS (38), warga Selomarto, Giriwoyo, Wonogiri, Jawa Tengah meninggal akibat bunuh diri, Sabtu (2/10). Dia diduga nekat mengakhiri hidupnya usai tak tahan diteror penagih hutang dari pinjaman online (pinjol).


    Kapolres Wonogiri Kapolres Wonogiri AKBP Dydit Dwi Susanto mengatakan, korban kali pertama ditemukan tewas dengan cara gantung diri di halaman depan rumahnya, Sabtu dini hari.


    "Korban frustrasi, stress dikejar-kejar sama pinjaman online itu sehingga akhirnya bunuh diri di rumahnya," kata Dydit saat dihubungi dari Sleman, DIY, Selasa (5/10).


    Sosok korban yang tergantung dengan seutas tali tersebut pertama kali ditemukan oleh ibu mertuanya yang tinggal di seberang rumah WPS.


    Bersamaan dengan ditemukannya korban, didapati surat wasiat yang menuliskan alasan WPS nekat mengakhiri hidupnya. Dalam pengakuannya, korban ini terlilit hutang total puluhan juta Rupiah dari 23 pinjol.


    "Ada tulisannya memang bahwa sering diteror-teror begitu," beber Kapolres.


    Kata Dydit, WPS ini juga tidak pernah bercerita kepada suaminya akan masalah yang membelitnya ini. Keterangan sang suami hanya menyebut bahwa korban nampak berperilaku tak biasa dan terlihat selalu gelisah beberapa hari terakhir.


    "Jadi di surat wasiat itu ada rincian pinjamannya (korban)," lanjut Kapolres menambahkan.


    Jenazah almarhumah sesaat setelah ditemukan langsung dievakuasi ke rumah sakit. Petugas medis tak menemukan tanda-tanda penganiayaan dan menyimpulkan WPS meninggal karena bunuh diri.


    "Jenazah sudah dimakamkan beberapa waktu lalu," sebutnya.


    Dydit melanjutkan, saat ini pihaknya telah mengamankan serangkaian barang bukti terkait kasus ini. Antara lain, tali yang dipakai korban untuk mengakhiri hidupnya, surat wasiat, dan beberapa unit ponsel.


    "Saat ini laporan dari pihak keluarga korban belum ada. Tapi saat ini kita sedang lakukan proses penyelidikan. Kami memberikan edukasi juga tapi, jangan tergiur bujuk rayu pinjol karena kalau nggak bisa bayar akan diteror dan dikejar-kejar," pungkasnya.


    Sumber : CCN Indonesia


    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini