• Jelajahi

    Copyright © BERITAINHIL.com
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Video

    Kaya Manfaat, Tim Mahasiswa KUKERTA Adakan Penyuluhan Budidaya Tanaman Jahe

    10 Sep 2021, September 10, 2021 WIB Last Updated 2021-09-10T06:28:33Z

    BERITAINHIL.com - Pekanbaru :Berada dibawah naungan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Deviona, S.P., M,Si Tim Mahasiswa Kukerta Integrasi Pematangkapau berhasil mengadakan penyuluhan pembudidayaan tanaman jahe. 


    Acara penyuluhan berhasil di adakan pada Sabtu, 14 Agustus 2021 bertempat di Gedung Posyandu Bintang Nusa Zubaidah RW 07, Kelurahan, Pematangkapau, Kecamatan Kulim, Kota Pekanbaru. 


    Pemateri pada acara kali ini, tak kalah professional di banding dengan kegiatan- kegiatan sebelumnya. Mendatangkan salah satu dosen terbaik Universitas Riau Fakultas Pertanian Jurusan Agroteknologi Irfandri, S.P., M.Si.


    Seperti biasa, diadakannya pembukaan Nadyati Putri selaku MC, dan di lanjutkan dengan pembacaan Al- Qur’an. Dan masyarakat tampak antusias dengan banyaknya massa yang datang serta tetap dilaksanakan dengan mematuhi proker kesehatan.


    Selanjutnya, pemateri memaparkan penjelasan mengenai jahe. Penjelasan dilakukan melalui hal yang paling sederhana hingga pemaparan yang paling tinggi. Hal ini dilakukan agar masyarakat mengetahui terlebih dahulu mengenai tanaman jahe. 


    Pemaparan yang di jelaskan oleh pemateri sangat padat, di awali dengan pengenalan mengenai tanaman jahe seperti klasifikasi, hingga bagaimana melakukan pembudidayaan jahe, serta membahas mengenai penyakit dan hama yang menyerang tanaman jahe. 


    Pemateri tidak hanya memaparkan powerpoint saja, tetapi juga menunjukkan beberapa bahan yang dapat digunakan, seperti Primasid yang mengandung agen hayati seprti Trichoderma sp. dan Glicocladium sp.


    Tak hanya disitu, pemateri juga memaparkan mengenai panen dan pasca panen. Untuk dapat menambah pengetahuan serta kedala yang di hadapi warga RW 07, Tim Mahasiswa Kukerta Integrasi bersama Pemateri mengadakan sesi tanya jawab. 


    “Primasid ini dapat dilakukan sebagai pengendali hama serta penyakit, dapat dilakukan dengan cara penyemprotan. Sebelumnya buatah larutan primasid dengan menambahkan 3 sendok makan gula putih, tetapi jika tidak ada gula putih dapat menggunakan gula merah, kemudian fermentasi selama 30 menit kemuidan baru dapat diaplikasikan dengan cara penyemprotan kepada tanaman jahe” tutur Irfandri, S.P., M.Si.


    Sementara itu perwakilan mahasiswa menyebutkan tanaman jahe merupakan salah satu tanaman rempah- rempah yang kaya akan menfaat. Di tambah saat pandemic, minuman jahe menjadi salah satu minuman yang sangat di anjurkan ketika pandemic untuk menjaga daya tahan tubuh. 


    "Oleh karena ini dengan adanya pelatihan di RW 07 ditambah lagi banyak masyarakatya yang membudidayakan tanaman jahe, tentunya menambahkan wawasan serta pengetahuan bagaimana mengatasi kendala saat berada dilapangan seperti rimpangnya yang belum berisi, tanaman yang layu, tanaman yang tak kunjung membesar, dan daun yang menguning. Jadi pelatihan ini kami berharap bisa dimanfaatkan dengan baik diimplementasikan," imbuhnya. 


    Di akhir kegiatan kali ini, tetap seperti biasa. Melangsungkan sesi foto bersama warga yang telah bersedia menyempatkan hadir dan tentuya tetap sesuai dengan proker kesehatan yang berlaku. Tak hanya sampai di sana, kali ini Tim Mahasiswa Kukerta Integrasi memberikan hadiah tangan kepada masyarakat yang datang, berupa semaian cabai yang telah berumur ±4 MST dan tentunya telah siap pindah tanam.

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini