• Jelajahi

    Copyright © BERITAINHIL.com
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Video

    Disodorkan Proposal, Kepala PLN Tembilahan Langsung Respon Permohonan Masyarakat

    4 Des 2020, Desember 04, 2020 WIB Last Updated 2020-12-04T09:33:29Z


    BERITAINHIL.com - Tembilahan : Masyarakat Desa Sungai Intan Kecamatan Tembilahan Hulu kabupaten Indragiri Hilir memberikan proposal permohonan terkait aliran listrik yang belum maksimal di desa tersebut.




    Proposal itu diserahkan langsung oleh kepala Desa Sungai Intan Ahmad Efendi saat dikunjungi oleh Kepala Ulp PLN Persero Tembilahan Moh Hosen.



    Kepala Desa Sungai Intan Ahmad Efendi menyebutkan, dari banyaknya jumlah penduduk yang mencapai 850 Kepala keluarga didesa tersebut baru 70 kk yang teraliri jaringan listrik. 



    "Ada sebanyak 850 KK yang ada di desa ini dan baru 70 kk yang teraliri listrik," terangnya.





    Lebih lanjut kades sungai Intan berharap, dengan di serahkan berkas proposal itu ke kepala ULP PLN Persero Tembilahan bisa menjawab persoalan tersebut.




    "Besar harapan kami dengan berkujungnya bapak kepala PLN kesini, semoga dengan diserahkan proposal ini bisa membantu keluhan kami selama ini," ungkapnya.





    Sementara itu Manager PLN Tembilahan Moh Hosen menjelaskan, bahwa di Kabupaten Inhil memiliki 3(tiga) Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN diantaranya, ULP Rengat kota, ULP PLN Tembilahan, dan ULP PLN Kuala Enok.




    "Kita dikelola 3 ULP. ULP Rengat kota, ULP Tembilahan, dan ULP Kuala Enok. ULP Tembilahan itu batasannya dari mulai seberang jembatan rumbai sampai ke pulau burung dan concong, dan untuk desa ini memasuki ULP PLN Kuala Enok," katanya.






    Lebih lanjut, Kepala PLN itu menerangkan, meski desa itu memasuki wilayah Kuala Enok namun akan tetap mengupayakan agar desa itu bisa teraliri jaringan listrik.



    "Jadi kami mewakili PLN tidak memisahkan bahwa ini termasuk wilayah Kuala Enok dan tembilahan, karena seperti apa yang kami sampaikan dimana bumi di pijak di situ langit di junjung, apa yang bisa kami perbuat untuk Inhil ini walaupun kewenangan tidak pada kami," tuturnya.





    lanjutnya, Hosen menuturkan, akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan kepala Desa bahwa proposal itu mau di tujukan kemana agar desa Sungai Intan bisa teraliri jaringan listrik.




    "Nanti kami akan koordinasi dengan kepala desa nanti proposal itu kita tujukan kemana bagaimana menembus birokrasinya nanti kita diskusikan karena ada hal hal yang tidak bisa kita tembus secara normatif," tukasnya.






    Kemudian Hosen berpesan, kepada seluruh kepala Desa khususnya Desa Sungai Intan untuk berhati-hati dengan penipuan yang mengatasnamakan PLN Persero yang meng iming-imingi percepatan masuknya PLN dengan meminta uang tiang, uang injak gas dan segala macamnya ia memastikan itu tidak ada.





    "Disini kami pesankan kepada kepala desa dan masyarakat hati-hati terhadap penipuan, karena kadang-kadang ada yang memanfaatkan berfoto bersama saya kemudian datang ke pak wali dengan mengatakan saya petugas PLN, silahkan saja mereka survey jangan pernah ada iming-iming untuk uang pijak gasnya pak, untuk angkat tiang itu tidak ada," tegasnya.





    Hosen juga menegaskan jika nanti jaringan PLN masuk tidak ada uang injak gas, uang ini dan itu segala macamnya semua biaya ditanggung oleh negara. 




    "Hati-hati 1 lagi andai kata jaringan PLN masuk, semua biaya di tanggung negara, tidak ada pelanggan di beratkan dengan beli kabel apa segala macam. karena biasanya setelah kami datang berkunjung, biasanya akan datang oknum-oknum yang mengatas namakan PLN dengan bermodalkan foto bareng dengan kami, menjanjikan percepatan dan segala macam, di sisi kepala desa tidak bisa di tembus, dia akan langsung menembus masyarakat," tegasnya.




    Moh Hosen katakan, disini kepala Desa Sungai Intan dan masyarakat terlihat kompak karena apa yang di sampaikan bisa didengar oleh masyarakatnya, ia berharap jika nanti jaringan listrik bisa masuk bisa langsung dimanfaatkan, dan ia menyebutkan Kedatangannya ke desa sungai Intan tidak menjanjikan percepatan masuknya PLN.





    "Kami berharap jika nanti jaringan masuk bisa langsung bisa dimanfaatkan, kami datang kesini kapasitas nya tidak menjanjikan kapan jaringan masuk, kenapa begitu,? Disisi PLN sendiri pada saat kami tes jaringan yang sudah selesai pun kami tidak menjanjikan. kapan ini bisa jalan karena bagi kami tidak ada janji, Hanya bukti kerja nyata, jadi hati-hati kalau ada yang menjanjikan sebulan lagi pak PLN masuk itu tidak ada janji-janji itu," imbuhnya.




    Untuk diketahui pada kunjungan ini turut hadiri juga Kapolsek Tembilahan Hulu AKP Rino Handoyo, Pembina Yayasan Vioni Bersaudara (YVB) Marlis Syarif, dan Ketua Kamar Dagang Industri (Kadin) Inhil H Ardiansyah, pada acara diskusi di kantor balai pertemuan Desa Sungai Intan, Senin (2/12/20).

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini