GUBERNUR Drs.SYAMSUAR HADIRI SEMINAR NASIONAL TENTANG PERKELAPAAN DI INHIL.

BERITAINHIL.com – Tembilahan, Seminar Nasional tentang Pengembangan Potensi Ekonomi Lokal Produk Unggulan Daerah Kabupaten Inhil menjadi puncak kunker Gubernur Riau, Drs H Syamsuar MSi di Kabupaten Inhil, Senin (25/3) pagi.

Bertempat di Gedung Daerah Engku Kelana Tembilahan, seminar dihadiri Bupati Inhil Drs HM Wardan MP, Unsur Forkopimda Inhil, Sekda Inhil H Said Syarifuddin SE MP MSn, sejumlah pejabat eselon di lingkungan Pemkab Inhil, Ketua TP-PKK Inhil Hj Zulaikhah Wardan SSos ME, narasumber seminar, peserta seminar, dan para tamu undangan.

Dalam sekapur sirihnya, Bupati mengatakan sebagai penghasil kelapa terbesar di Indonesia bahkan dunia, Kabupaten Inhil memiliki perkebunan kelapa seluas 471.418 ha, yakni 302.370 ha perkebunan kelapa rakyat (kelapa dalam), 38.404 kelapa hibrida yang dikelola oleh masyarakat, dan 59.967,84 ha kelapa hibrida yang dikelola oleh swasta.
“Ini menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat Indragiri Hilir. Dengan potensi yang begitu besar, pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir menjadikan kelapa dan turunannya sebagai produk unggulan kabupaten,” ungkap Bupati.

Dijelaskannya kelapa dalam komoditas masa depan bernilai ekonomis. Mendorong pertumbuhan industri kelapa, berarti akan mendorong tumbuhnya ekonomi kerakyatan.

“Hampir semua bagian dari tanamannya bernilai ekonomi dan dapat dijadikan komoditas perdagangan, hal ini menjadikan kelapa beserta produk turunannya menjadi komoditas primadona. Permintaan produk kelapa beserta berbagai produk turunannya seperti minyak kelapa, minuman air kelapa, santan, vco, sabut kelapa, briket, bungkil, gula kelapa dan lain–lain belakangan ini sangat melonjak tajam,” paparnya.

Hal tersebut yang menjadi alasan Pemkab Inhil untuk terus berbuat dan berusaha mengembangkan potensi unggulan daerah ini. Bupati Kelapa ini menyebut ada 5 perusahaan industri pengolahan kelapa dan turunannya di Inhil.

“Yakni PT Pulau Sambu Guntung, PT Pulau Sambu Kuala Enok, PT Riau Sakti United Plantation, PT Inhil Sarimas Kelapa dan PT Kokonako Indonesia,” tuturnya.

Belakangan ini diketahui harga kelapa kurang baik, namum pemerintah telah melakukan beberapa upaya untuk kembali memperbaiki harga kelapa tersebut.

Di antaranya pembentukan Perda Sistem Resi Gudang, Perda Tata Niaga dan Perda BUMD. Selanjutnya melalui Program DMIJ Plus Terintegrasi, dengan menggerakan kelompok masyarakat melalui home industry atas produk turunan kelapa.

“Pemerintah Daerah akan berupaya mencari investor untuk mendirikan industri kelapa terpadu agar daya tampung kelapa masyarakat dapat dibeli secara wajar dan kompetitif,” pungkas Pemimpin Negeri Hamparan Kelapa Dunia ini.

Sebelum seminar dibuka oleh Gubernur Riau, dilakukan penandatanganan MoU antara Bupati Inhil dengan Procurement Manager Indonesia PT Mapalus Makawanua Nuwan Weligepola, Pemilik PT Cahaya Buana Group Simarba Atong Sia, Dirut PT Bank Riau Kepri Irvandi Gustari yang disaksikan oleh Gubernur Riau dan Komisaris Utama PT Bank Riau Kepri.

Terkait permasalahan yang dihadapi Inhil ini, Gubernur berharap agar dengan seminar ini dapat memberikan jalan keluar untuk menyelesaikannya.

“Harapan kami tentunya dengan seminar ini nanti memberikan solusi. Ada solusi jangka pendek ada solusi jangka menengah dan seterusnya,”

Selain kelapa, Gubernur mengimbau kepada masyarakat Inhil untuk mengembangkan persawahan. Disebutkannya Inhil merupakan penghasil padi terbesar di Provinsi Riau.

Usai pembukaan dilaksanakan seminar yang dipandu oleh Mawardin M Simpala (Sekretaris Eksekutif KOPEK).

Narasumber pada seminar ini ialah:
1. Dirjen Agro Kementerian Perindustrian RI, Eny Ratnaningtiyas.
2. Kepala BAPPEBTI, Wisnu
3. Dirut Bank Riau Kepri, Irvandi Gustari.
4. LPEI, Zulfan.
5. Ketua Koalisi Pemerintah Kabupaten Penghasil Kelapa (KOPEK), H Alias Wello.
6. GM PT Pulau Sambu Group, Hendri

Di akhir acara, dilakukan penyerahan cenderamata kepada moderator dan narasumber oleh Bupati Inhil.

Related posts

Leave a Comment